Memilih Beton untuk konstruksi kolam renang merupakan hal yang penting, dimana setiap mutu beton berbeda-beda kegunaan nya. Untuk itu pelajari tips bangunan ini untuk menambah wawasan Anda dalam persiapan membangun kolam renang.

Konstruksi Kolam Renang Anti Bocor

Kolam renang kini menjadi salah satu tambahan yang diminati untuk ada pada sebuah hunian ataupun gedung. Selain keberadaan kolam renang sebagai pelengkap sarana olahraga ataupun relaksasi, juga mampu menambah nilai jual sebuah bangunan. 

Ukuran kolam renang sangat tergantung pada ukuran bidang tanah yang tersedia. Untuk pelengkap rumah hunian, tentu tidak seluas kolam renang untuk pelengkap hotel ataupun gelanggang olahraga. Begitu pula dengan kedalaman kolam renang sangat disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk kolam renang yang biasa ada di rumah, kedalaman hanya ada satu pilihan, tidak bertingkat. 

Lain hal nya dengan kolam renang yang memang dikhususkan untuk olahraga, bertingkat dengan beberapa pilihan menyesuaikan kebutuhan pengunjung.

Pondasi kolam renang harus dibangun dengan kuat dan kokoh karena menampung air dalam jumlah banyak yang jika dikonversikan ke dalam satuan berat bisa mencapai puluhan ton, belum lagi ditambah dengan berat besi, keramik, atau mozaik. 

Oleh karena itu konstruksi pondasi tapak untuk kolam renang harus kuat dengan memperhatikan beberapa poin penting, antara lain pembesian pondasi, material beton pondasi, ukuran pondasi, dan jumlah pondasi yang digunakan. 

Berat kolam renang harus dihitung dengan cermat karena sangat mempengaruhi spesifikasi besi yang akan digunakan. Tebal besi tersedia dengan banyak pilihan, ketebalan yang umum digunakan untuk pondasi tapak adalah besi dengan diameter 8mm sampai 19mm. 

Perlu diketahui bahwa semakin tebal diameter besi belum tentu pondasi akan semakin kuat. Pasalnya, kelebihan berat besi yang digunakan bisa menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan kolam renang di masa mendatang.

Untuk pembuatan pondasi tapak, diperlukan beton yang kuat dengan campuran persentase material yang tepat. Anda bisa menggunakan mutu beton diperuntukan untuk konstruksi struktural
Mutu beton yang sangat tahan terhadap keretakan adalah K250 dan K300. 
Jika memungkinkan, pilihlah beton readymix karena Harga Beton Ready Mix lebih murah tanpa diperlukan ongkos tenaga, material, waktu, dan peralatan lainnya. 

Ukuran pondasi tapak juga ditentukan oleh berat kolam renang yang akan ditanggung. Semakin berat maka semakin besar ukurannya. Jumlah pondasi tapak juga perlu ditentukan dengan cermat karena jumlah yang tepat akan mampu membagi beban berat kolam renang. Hal ini bisa disiasati dengan menghitung luas kolam renang, kemudian jarak antar tapak yang ideal adalah 2,5 meter.

Satu hal yang pasti untuk konstruksi kolam renang adalah jangan sampai menyebabkan kebocoran. Ada beberapa hal yang menyebabkan kolam renang mengalami kebocoran, antara lain yaitu pengenatan dinding atau lantai kolam renang yang kurang baik, sistem pipa yang bermasalah, filter mengalami kebocoran, dan buruknya waterproofing. 

Pengenatan yang teliti diperlukan apabila lantai dan dinding kolam renang menggunakan keramik atau mozaik. Pengenatan keramik jauh lebih cepat ketimbang pengenatan mozaik. Namun, jauh lebih kuat pengenatan mozaik karena ukurannya yang kecil diperlukan pengenatan lebih banyak dan lebih lama prosesnya. 

Penggunaan mozaik juga membuat pantulan kolam renang terlihat lebih estetik.

Agar Kolam Renang Tidak Bocor

Nah, tahap penting supaya kolam renang tidak bocor disebut dengan waterproofing, atau bisa diterjemahkan secara singkat sebagai sebuah proses yang mampu membuat dinding dan dasar kolam kedap air, sehingga volume air yang tertampung di kolam renang tidak berkurang karena merembes atau bocor dan terserap ke tanah. 

Tahapan ini bisa dilakukan setelah pemeriksaan rendam beton. Sehingga tidak perlu lagi khawatir kolam renang akan bocor. 

Ada beberapa pilihan bahan dasar yang digunakan dalam tahap ini, yaitu dengan polimer, beton, atau aspal. Berbeda bahan dasar, maka berbeda pula fungsi dan manfaat yang diperoleh. 

Bahan dasar yang menjadi primadona dan banyak digunakan adalah beton yang memiliki ketahanan tekanan air lebih baik dari bahan lainnya. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbedaan waterproofing dengan ketiga bahan tersebut:

1. Aspal

Aspal dapat secara langsung diaplikasikan ke setiap permukaan dinding dan lantai. Kelemahan bahan ini adalah mudah meleleh ketika terkena sinar UV secara terus menerus. Sehingga penggunaan bahan ini akan lebih baik jika kolam renang berada dalam ruangan. 

Waterproofing aspal kolam renang

Aspal hanya memiliki satu warna, yaitu hitam yang sangat pekat, sehingga kekurangan yang kedua adalah sulitnya mengombinasikan dengan warna lain. Dari sisi keindahan juga kurang nyaman dipandang mata jika kolam renang berwarna hitam. Oleh karenanya, bahan ini sangat jarang digunakan dalam pembuatan kolam renang.

2. Polimer

Keunggulan bahan ini adalah sifat elastisitasnya yang tinggi dan tahan paparan sinar UV, sehingga cocok digunakan pada kolam renang di luar ruangan. 

Waterproofing polimer kolam renang

Mengombinasikan bahan ini dengan varian warna juga mudah dilakukan. Sayangnya, ketahanan bahan ini kurang baik jika digunakan pada area yang terus menerus terpapar air.

3. Beton

Waterproofing bahan beton bisa dilakukan dengan sistem coating. Langkah pertama yaitu basahi beton dengan lap, atau bisa juga melakukan penyemprotan dengan kompresor guna menghilangkan kotoran yang menempel. Selanjutnya biarkan beton kering. Setelah itu bisa memulai menutup area beton dengan bahan waterproofing menggunakan kuas layaknya orang mengecat. 

Waterproofing Beton kolam renang


Untuk memastikan seluruh permukaan tertutup dengan baik, maka proses pelapisan bisa dilakukan lebih dari dua kali. Perhatikan pula pada bagian sudut kolam renang yang memerlukan lapisan lebih tebal dari permukaan lainnya. Setelah itu biarkan lapisan kering supaya keras dan tahan terhadap tekanan air. 

Dua tahap setelah pelapisan yaitu screeding dan pemlesteran.
Lantas bagaimana jika kolam renang sudah mengalami kebocoran? Apakah masih bisa diperbaiki?
Bisa, berikut adalah beberapa cara yang mungkin dilakukan jika kolam renang mengalami kebocoran:

Cara Mengatasi Kebocoran Pada Kolam Renang

1. Mengganti setengah cor

Jika kebocoran kolam renang tidak diketahui di bagian mana, dan bocornya relatif parah, maka cara ini bisa digunakan. Mengganti setengah cor artinya membongkar keramik dan waterproof juga. Memang biaya yang diperlukan cukup besar, namun hasil yang diterima juga memuaskan layaknya memiliki kolam renang baru.

2. Mengganti nat keramik

perbaikan nat keramik kolam renang anti bocor


Jika kebocoran kolam renang tidak terlalu parah, Anda cukup mengganti nat keramik yang rusak. Namun, dalam beberapa waktu ke depan Anda bisa melakukan hal serupa lagi karena penggantian nat lama ke nat baru tidak tahan lama. 

Hal yang diganti hanya nat saja, namun tetap menggunakan keramik yang lama. Solusi alternatifnya, gunakanlah nat yang sudah mengandung waterproofing sehingga kebocoran kolam renang bisa diantisipasi dengan lebih lama.

3. Injeksi

Jika kolam renang tidak bersentuhan langsung dengan tanah atau berada di rooftop bangunan, Anda bisa menggunakan cara ini. 


Cara ini Sangat praktis karena yang diperlukan adalah suntikan pasta ke bagian kolam renang yang mengalami kebocoran tanpa perlu menguras kolam renang.

Demikianlah artikel seputar pembangunan kolam renang, pemilihan bahan waterproofing, dan beberapa solusi jika kolam renang mengalami kebocoran. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah pengetahuan Anda. Share jika bermanfaat