Selamat Datang di Tips Bangunan yang akan menambah wawasan serta solusi bagi pembaca yang budiman. Kali ini kami akan memberikan tips bagaimana cara mencegah dak beton rumah Anda agar tidak bocor ataupun rembes yang dapat mengganggu aktifitas di rumah.

bagaimana cara mengatasi dak beton cor bocor dan rember
ilustrasi dak bocor

Ketersediaan lahan untuk permukiman yang semakin berkurang menyebabkan tren hunian minimalis semakin berkembang. Salah satu contohnya adalah dengan menyulap lahan yang sempit atau terbatas menjadi hunian dengan ruang yang memadai, yaitu dengan membangun hunian bertingkat.

Kini, hunian bertingkat dan hunian minimalis tidak sekadar untuk memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup dan selera seseorang.

Dibanding hunian satu lantai, hunian bertingkat memiliki ciri khas, yaitu memiliki atap datar yang menghubungkan lantai bagian bawah dengan lantai bagian atas. Struktur atap datar ini harus kuat karena fungsinya untuk menopang aktivitas penghuni rumah yang dinamis. Oleh karena itu, atap datar biasanya dibuat dengan material yang kokoh seperti beton.

Beton adalah salah satu material yang umum digunakan di bidang konstruksi termasuk untuk membangun rumah, yaitu sebagai rangka atap atau dak beton dalam konsep hunian minimalis.

Beton dibuat dari campuran kerikil, pasir dan semen yang diberi kerangka besi sehingga sifatnya kokoh. Namun, dak beton yang bentuknya datar juga dapat mengalami masalah atau kerusakan, salah satunya adalah kebocoran. Oleh karena itu, atap dari dak beton harus dibuat dan dirawat dengan baik agar air dari atas tidak merembes atau bocor ke lantai bawah.
Agar Cor Beton RUmah tidak bocor
People Get an Idea

Tips Mencegah Dak Beton Bocor

Beberapa cara berikut ini dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kebocoran pada dak beton.

1. Gunakan Material Berkualitas

Agar dak atau atap beton tidak rembes atau bocor, hal pertama yang dapat Anda perhatikan adalah memilih material berkualitas. Dengan begitu, dak beton yang dihasilkan pun akan kokoh dan bermutu tinggi.

Secara umum, dak atau cor beton untuk atap dibuat dari kerikil, pasir, dan semen yang dicampur dengan air. Perbandingan bahan yang satu dengan bahan yang lain sangatlah penting dalam membuat beton karena memengaruhi kualitas beton yang dihasilkan.
 
Jika Anda ingin mendapatkan kualitas beton yang terjamin, maka teknologi beton cor siap pakai dapat dijadikan pilihan. Beton siap pakai yang dimaksud adalah beton dalam kemasan yang tinggal ditambah air saat akan dipakai atau disebut juga dengan beton ready mix. Formulasi bahannya telah diperhitungkan oleh para ahli sehingga kualitasnya terjamin.
Penggunaan material beton siap pakai ini juga akan mempercepat masa pengerjaan dan beban kerja karena perhitungan bahan tidak perlu lagi dilakukan.

Selain penggunaan material yang berkualitas tinggi, Anda juga perlu berhati-hati dalam proses pengerjaan. Pastikan bahwa adukan beton benar-benar merata dan tidak membentuk gelembung.

Jika Anda kurang teliti dan membiarkan gelembung muncul pada adukan beton, gelembung-gelembung ini akan menghilang saat beton mengering dan menciptakan rongga-rongga pada dak beton. 

Mencegah Beton Cor REady Mix agar tidak bocor
tukang ngecor

Hal ini akan berimbas pada kualitas dan daya tahan dak beton yang menurun. Rongga-rongga yang timbul karena gelembung dapat ditempati oleh air hingga akhirnya menyebabkan dak beton rembes atau bocor.

2. Gunakan Pelapisan Primer yang Tepat

Material apapun akan mengalami kemunduran atau kerusakan sedikit demi sedikit jika dibiarkan begitu saja, termasuk beton. Oleh karena itu, sebaik apa pun kualitas beton, tindakan perawatan tetap saja diperlukan. Salah satu langkah perawatan beton yang dapat dilakukan adalah mengaplikasikan primer.

Dengan mengaplikasikan primer, beton akan terlindung dari kelembapan sehingga daya tahannya pun akan meningkat. Namun, manfaat penggunaan primer tidak terbatas pada meningkatnya ketahanan beton, tetapi juga meningkatkan daya tahan elemen dekoratif lain seperti cat. Ini karena adanya primer membuat cat dapat diaplikasikan dengan baik.

Ada beberapa jenis primer yang cocok diaplikasikan pada beton, yaitu akrilik, polyvinyl acetate, dan polystyrene.

a. Akrilik

Cat Akrilik termasuk jenis bahan yang sangat cepat mengering. Oleh karena itu, aplikasinya pun harus dilakukan dengan cepat. Salah satu kelebihan akrilik sebagai primer adalah aromanya yang tidak menyengat. Sebagai primer, akrilik cocok diaplikasikan untuk dinding atau lantai beton di bagian dalam ruangan.

b. Polyvinyl acetate

Sama seperti akrilik, polyvinyl acetate adalah jenis primer yang ideal jika digunakan di dalam ruangan atau indoor. Bahan ini membutuhkan waktu kurang lebih tiga puluh menit untuk mengering. Setelah bahan ini mengering, Anda dapat mengaplikasikan cat yang diinginkan sebagai elemen dekoratif untuk memperindah hunian.

c. Polystyrene



Polystyrene adalah bahan yang mengandung racun. Oleh karena itu, bahan ini tidak dianjurkan untuk diaplikasikan sebagai primer beton di dalam ruangan. Sebaliknya, sangat disarankan bagi Anda untuk menggunakan primer jenis ini di ruangan terbuka. Sebelum mengaplikasikan bahan ini, permukaan yang akan dilapisi polystyreneharus diplester terlebih dahulu.

3. Waterproofing Coating

Cegah Bocor Pada Beton dengan Sika waterproofing
sika waterproofing coating

Secara harfiah, waterproof berarti tahan air. Dengan kata lain, waterproofing coating adalah langkah melapisi suatu permukaan untuk mencegah air merembes atau bocor pada area tertentu, misalnya pada beton.

Walau umum dilakukan pada beton, waterproofing coating juga dapat dilakukan pada material lain, misalnya bak, tangki, dinding maupun kayu.

Secara umum, ada beberapa bahan yang dapat digunakan sebagai material waterproofing coating, yaitu acrylic based, polyurea, cementious coating, bitumen based, polyurethane rubber dan lain-lain.

Aplikasi waterproofing coating dapat dilakukan menggunakan beberapa metode atau alat, mulai dari kuas atau roll; roskan, trowel atau spatula; sampai menggunakan mesin spray (aircompress atau ariless) tergantung kebutuhan.

Untuk melakukan waterproofing coating pada beton, material yang disarankan untuk digunakan adalah liquid atau slurry yang diaplikasikan menggunakan kuas maupun roller coating.

Berikut ini step-by-step waterproof coating yang tepat pada dak beton agar tidak bocor.

a. Waterproof coating dapat dilakukan sebelum permukaan beton melalui proses finishing. Dengan kata lain, setelah beton dibersihkan dari debu dan kotoran.

b. Setelah beton dibersihkan dari debu dan kotoran, buat pinggulan pada bagian tertentu, misalnya di permukaan lantai dengan dinding (kurang lebih 20 cm) kemudian diplester atau diaci.

c. Buat lapisan pada bagian yang tidak sama tinggi dan tutup bagian yang berlubang.

d. Periksa secara keseluruhan permukaan dinding atau lantai yang akan di-waterproofcoating. Bersihkan apabila terdapat kotoran seperti lumut, oli, minyak, lumpur dan sebagainya.

e. Sebelum melakukan waterproofing coating, semua instalasi pipa yang ada di dalam bangunan harus sudah dipasang dan di-grouting atau diproteksi.

f. Jika ada permukaan lantai atau dinding yang terlihat keropos, Anda harus mengikisnya menggunakan kape scrabe atau pahat beton.

g. Cuci dan bersihkan permukaan beton menggunakan air bersih dan sikat kawat.

h. Gunakan kuas atau roll untuk membuat lapisan waterproofing yang pertama.

i. Setelah lapisan pertama selesai diaplikasikan, beri lapisan kain kasa dan lapisi lagi dengan waterproof coating (ketinggian lapisan waterproofing coating pada area dinding minimal 20 cm dari permukaan lantai).

j. Jika pelaksanaan waterproofing coating sudah selesai, biarkan terlebih dahulu selama 1 hari sebelum dilakukan tes rendam. Tes rendam dilakukan selama satu hari dengan menggunakan air.

Itulah tadi beberapa Tips untuk Mencegah Dak Beton Bocor atau Rembes, demikian mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk Anda. Share ke Saudara atau Kerabat Anda yang sedang membutuhkan tips ini. Terima Kasih